Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Obsesi Seorang Penyair

lagi googling nemu ini artikel; keren! dalem banget;

Obsesi Seorang Penyair

Segalanya bisa berubah hanya karna sebuah tulisan.....
Aku bukan seseorang yang istimewa, bukan seorang yang begitu pintar, juga bukan seorang yang kaya raya...aku hanya seorang wanita biasa yang tak memiliki apa-apa, aku tak memiliki segalanya....Uang, cantik, pintar....semuanya itu semu...hanya semu...
Aku hanya berteman dengan sebuah tulisan...karena hanya dengan itu aku sanggup mengungkapkan apa yang sulit aku ungkapkan. Karena hanya dengan menulis, aku bisa lebih mengerti diriku sendiri. Aku bisa menjadi diriku sendiri ketika aku menulis. Mungkin ini sebuah perantara antara pikiran dan hatiku.
Aku seseorang yang selalu berkhayal sangat tinggi. Yang selalu bermimpi, bersama angan-angannya. Sungguh indah, seorang wanita itu jika khayalannya menjadi kenyataan. Tetapi aku tak sendirian. Tuhan selalu merangkulku ketika aku hendak bermimpi.
Hatiku tak pernah patah. Meskipun ada seseorang yang mematahkannya. Tetapi Tuhan selalu membalikkan hatiku kembali dengan malaikat-malaikatNya yang Dia turunkan untuk bersamaku. Dia menitipkan cintaNya kepada mereka. Dia menitipkan pesan lewat mereka, bahwa Tuhan selalu memberikan kasihNya untukku meski aku merasa tak memiliki kasih.
Inilah aku. Yang tak pernah mampu berkata-kata. Yang malu ketika seseorang berkata tentang aku dan aku tak mampu membalasnya. Yang menyukai keramaian tapi lebih suka menyendiri. Aku memuji diriku sendiri, karena aku begitu kuat ketika hantaman badai yang begitu besar menghantamku. Aku selalu berdiri tegak, dan takkan pernah kembali menengok ke belakang, karena aku hanya akan melihat kebodohanku dimasa lalu.....
Be strong personal to be a strong woman

sumber: http://mirzaicha.blogspot.com/search?updated-min=2011-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2012-01-01T00:00:00-08:00&max-results=39

Minggu, 18 September 2011

Kekuatan Mimpi

Kadang aku letih untuk melangkah.
sesekali menegok kebelakang.
Tapi aku tak mau berjalan mundur kebelakang.
Yang ada hari ini dan esok.
Kemarin berubah jadi bingkai sejarah
Sisi Historis langkah yg tlah ditempuh

Kadang mimpi-mimpi itu terasa sangat jauh.
Terjal, berliku, curam dan jenuh.
namun aku percaya...
Setapak langkah kecil itu menjadi nyata.
pelan tapi pasti semakin terasa
semuakan berujung indah pada waktunya.

Jangan pernah berhenti
untuk menggapai mimpi-mimpi.
bulatkan tekad dan kuatkan pijakanmu.
sampai semuanya menjadi satu
Berpadu harmoni jiwa yg membiu
tersenyum tetes keringat masa lalu
kini bingkai sejarah hidupmu
telah terukir dg tinta emas
Bahkan ketika semuanya telah terhepas
terkubur dalam batu nisan yg keras
mimpi-mimpimu itu tak akan mati...
sampai detik ini akan terus menghiasi.

Selasa, 15 Maret 2011

PROBLEM EKSISTENSI

Siapa yang sanggup meredam kesepian adam.
Bahkan keelokan surga-Nya tak mampu meredam.
Sehingga dari tulang rusuk adam tercipta.
Jawaban Tuhan atas risau hatinya.

Manusia dan masalahnya pada prinsipnya adalah sama.
Dalam mengambil makna arti dari rangkaian peristiwa.
Menentukan luas kesadaran subyektif rasio kognitif.
Otoritas dari integritas jiwa yang relatif dan kualitatif.

Manusia pasti menghadapi problem eksistensi.
Semangat mereka untuk menjunjung tinggi nilai.
Di dalam batas-batas alam, sejarah dan masyakat.
Sepanjang hayat melekat sebelum menjadi mayat.

Sebelum menutup-nutupi sisi gelap manusia.
Ada filsuf bijak berkata:
"DE VIVIS NIL NISIM BONUM"
"Hidup tidak membiarkan kita berkata sepatah pun selain kebaikan"

Kamis, 24 Februari 2011

Syair indah di pasir

Sejenak kau hadir.
Mengusir jenuh ku dengan senyuman di bibir.
Tak pernah terpikir.
Berapa banyak waktu yang mubazir.
Di sisa-sisa penantian tak pernah berakhir.
Getir menengadah jauh di titik nadir.
Hati ini mulai lalai berdzikir.
Sibuk hiruk pikuk mengejar takdir.
Dan roman ego pun sudah khawatir.

Ada syair-syair indah tertulis di pasir.
Kemilau maknanya laksana batu sapir.
Tafsir mu ejawantahkan esensi bathin yang tajir.
Ku terima dalam ekspresi emosi kikir.
Semilir angin jadi saksi jiwa berdesir.
Sesal air mata berderai di pinggir hilir.
Meresapi butir-butir asa telah terlampir.



_Ungaran, 2 feb 2011
02.11_

Selasa, 28 Desember 2010

Kidung dari Jiwa yang Agung

Jelaslah itu kidung
Nyanyian lembut dari jiwa yang agung
Getaran tulus bahasa kalbu mampu memasung
Seperti payung
Rela basah kuyup diam mematung
Mengubur gelisah meringkuk takut membusung
Kidung dari jiwa yang agung
Menemani dalam buaian tidurmu yang melengkung
Membelai halus bagai kehangatan sangkar burung

Lihatlah jiwa yang agung
Sanggup berkorban menembus gunung
Tapi kau anggap hanya sebagai kacung

Jumat, 24 Desember 2010

NARASI TAK BERBAIT

Dengan tersisa tersenyum pelit
Ku tutup malam memandang langit
Menemaniku diamnya bulan sabit
Melamun jauh menerawang sengit

Ada sesuatu terasa sangat pahit
Hati yang sakit berderit rapi menjerit
Mengigit-gigit tanpa pamit
Seolah anak perawan sedang dipingit
Mengurung diri sedikit demi sedikit
Bagai bukit hijau masih terasa legit

Minggu, 21 November 2010

ARTI YANG SEJATI

ARTI YANG SEJATI

Ku papah jejak pasrah sejarah
Melangkah
Menelisiki serangkaian urutan perjalanan panjang
Datang dan pulang
Terlupakan damai terpahat di hati
Dari arti yang sejati
Palsu seandainya aku tahu
Mencari inti dari sebiji harapan itu
Semoga...
Terang nyala lilin tertatah patah
Menjadi saksi bisu jiwa yang gundah
Mereksa sisa persimpangan hidup ini tanpa arah
Mengalah diantara duka semu sudah
Ah...biarlah


Ungaran: 2004 – 2010
By: kakashing

Selasa, 09 November 2010

Aku Butuh Tuhan

AKU BUTUH TUHAN

Adalah paradoks dari manusia
Di balik persona-persona pribadinya
Hipokrit menderit-derit merajalela
Adakah topeng-topeng itu ada

Impresi dari eksistensi
Sebuah esensi kebermaknaan hidup ini
Akut terkejut di pinggir jurang dekadensi
Kemana lagi aku hendak sembunyi
Sembunyi bebas dari bayang-bayang mati
Jiwa yang mempersepsi sebuah ilusi
Tak membedakan antara nyata dan mimpi
Gemuruh runtuh luruh erupsi  emosi

Rabu, 03 November 2010

aku hanya ingin berdamai dengan diriku

maaf...., aku hanya ingin berdamai dengan diriku,
karena kurasakan mulai ada ketidakharmonisan dalam jiwaku,
maka......,
maaf...., aku hanya ingin berdamai dengan diriku,
aku ingin memulai langkah yg  lebih benar terhadap diriku,
Tertawa saat bahagia, Menangis  saat terluka,
Tersenyum saat semua baik2 saja, Bersedih  saat semua tidak sesuai rencana,
Mengatakan tidak jika tak ingin, Mengatakan iya jika memang ingin,
Menolak jika tak sesuai kata hati, Menerima jika sesuai dengan kata hati,

Minggu, 10 Oktober 2010

PILIHAN DAN KEAJAIBAN

Serpihan asa kembali menguatkan ku untuk terus melanjutkan hidup. Entah itu ada atau tidak, nyata atau hanya sekedar ilusi. Perlahan detik-detik setia berganti tanpa ada yang bisa berkompromi. Untaian kata dalam doa dan sepucuk cinta yang tersisa di sudut ronga-ronga hati masih tertata rapi. Lentera kecil nan redup menemani bayangku sendiri. Untuk kesekian kalinya kamu menunggu sendiri dalam diam dan sunyi. Habis ada rasa percaya bahwa yang kamu pilih bukanlah kebetulan belaka.

Selasa, 21 September 2010

JALAN MENUJU KEPASTIAN

Tak mungkin menolak kuasa Tuhan
Tanpa terbelenggu kodrat dan ketakutan
Tak ada lagi kebebebasan
Mengembangkan potensi memilih masa depan
Masikah ada peluang untuk menentukan
Jalan menuju kepastian
Tanpa harus melalui keraguan

Manusia adalah pusat realitas
Bukan sebagai entitas-entitas

EVOLUSI BERPIKIR

Bergelut dengan dimensi historis kelak
Dalam reputasi pribadi-pribadi bijak
Kendati kita terpaku pada kehadiran
Sebagian lagi merupakan peringatan

Apakah ide-ide yang sedang kita bicarakan
Sudah membentuk suatu keseluruhan
Kemudian menjadi sangat menarik dan menggairahkan
Fakta bahwa pertama kalinya tercipta

Senin, 20 September 2010

RETAK

Sepatah kata secuil derita
Tanpa kata letih tersiksa
Pahit tutur hampa merasa
Di bawah naungan hina dan nista
Masihkah ada secerca asa
Sementara ada dan nyata
Mimpi dan ilusi terus menyambangi kita
Dibalik sekat-sekat batas cakrawala

Di dinding retak seakan meratap
Jauh menatap duka mendekap
Mengejar waktu terus berharap
Lelap…

KANDAS

KANDAS
Oleh : Singgih Kurniawan

Membuncah lepas sesal menengadah
Hembus nafas memelas lelah
Di atas sajadah
Seluruh sendi, tulang, syaraf dan darah
Mentasbihkan nama Mu Yang Indah
Digurat telapak tangan inilah
Terpatri nama Mu berjumlah

Rintih gelas beradu bebas
Menemaniku diperaduan was-was
Kupandangi putih kertas bak kapas
Menerawang panas jauh mengeras

SURAT BUAT TUHAN


Tuhan…
Pergulatan dasyat bersemayam hebat
Membentur kisi-kisi batinku …berat
Buram!
Sebab hijab terbentang hitam
Membungkam mutlak realita
Paradigma dunia tertawa fana
Karena…